Penyuluhan Akses Reforma Agraria BPN Kampar di Desa Siabu
KAMPOENG NEWS.COM - SIABU. Desa Siabu kecamatan Salo menjadi prioritas pertama dalam program BPN dalam rangka akses reforma Agraria 2025, berupa kegiatan penyuluhan sebanyak 414 masyarakat yang telah menerima sertifikat dari program Restribusi Tanah ( Redis) tahun 2025 yang lalu.
Penyuluhan di diadakan di aula desa Siabu pada Jum'at 20 Mei 2025, dihadiri langsung pejabat BPN dan OPD dari dinas Perdagangan, dinas Penanaman modal, Dinas koperasi, Dinas perkebunan dan BRI.
Hadir juga kepala Desa Siabu Tarmo, S.Pd dan seluruh perangkat desa, serta lima puluh warga penerima sertifikat di program Redis 2025 tahun lalu.
Dalam sambutannya Kepala Seksi Penataan dan Pemberdayaan Mashuri Husin A.Ptnh, sebelum membuka penyuluhan menjelaskan fungsi dan kegunaan sertifikat, beliau berharap masyarakat penerima sertifikat menggunakan bukti kepemilikan lahannya untuk mencari peluang usaha yang menjanjikan, didukung dengan pendanaan dari sertifikat ke lembaga keuangan.
" Sertifikat yang dimiliki jangan hanya disimpan, namun bisa kita gunakan untuk mengembangkan usaha, dengan penambahan modal dari lembaga keuangan. Saat ini ada narasumber orang orang hebat dari beberapa dinas, harapan kami paparkan yang disampaikan dapat menambah semangat kita semua untuk menggunakan kepemilikan sertifikat menambah modal usaha", ujarnya.
Sementara itu Kepala Desa Siabu Tarmo, S.Pd mengucapkan terima kasih kepada BPN Kampar yang mempercayakan kepada Pemerintah desa Siabu setiap program program yang bermanfaat bagi masyarakat kami.
" Kami ucapkan terima kasih kepada BPN, telah bekerja sama dengan baik bersama kami pemerintah Desa, dari program Redis ( Retribusi Tanah ) sebanyak 517 sertifikat diterbitkan untuk masyarakat desa Siabu, dan saat ini kami sedang menjalankan program BPN berupa PTSL , yang tentunya sangat bermanfaat bagi masyarakat",
kata Tarmo.
Hal senada disampaikan dari beberapa narasumber, mereka memberikan materi untuk memotivasi masyarakat agar mencari peluang usaha baik perkebunan, seperti dari dinas perdagangan, perkebunan , dians koperasi dan dari BRI.
Baca Juga: