Hukum Qunut Witir di Bulan Ramadhan

00:00
00:00
Foto : Bincang syariah

Kampoeng News.com - Bulan Ramadhan identik dengan ibadah yang lebih intens, termasuk shalat Witir. Salah satu aspek penting dalam shalat Witir adalah Qunut, doa yang dibaca dalam rakaat terakhir. Namun, hukum Qunut Witir masih menjadi perbedaan di kalangan ulama empat mazhab.

Imam Abu Bakr ibn Mas’ud al-Kasani dalam kitab Bada’i’ as-Sana’i’ fi Tartib ash-Syara’i’ menjelaskan bahwa dalam masalah hukum, ulama berbeda pendapat mengenai Qunut pada shalat Witir dan Subuh. Menurut Abu Hanifah, Qunut pada shalat Witir wajib, sedangkan menurut Syafi’iyah dan sebagian Hanafiyah, Qunut termasuk sunnah. Pemahaman ini mirip dengan kajian tentang asal-usul shalat Witir.

Mengenai tempat pelaksanaannya, menurut Abu Bakr ibn Mas’ud al-Kasani, Qunut pada shalat Witir sepanjang tahun dilakukan sebelum ruku’. Sedangkan Syafi’iyah berbeda, mereka menempatkan Qunut pada shalat Subuh di rakaat kedua setelah ruku’, dan pada Witir hanya di paruh terakhir bulan Ramadan.

أما الأول فالقنوت واجب عند أبي حنيفة وعندهما سنة ، والكلام فيه كالكلام في أصل الوتر .وأما محل أدائه فالوتر في جميع السنة قبل الركوع عندنا ، وقد خالفنا الشافعي في المواضع الثلاثة فقال : يقنت في صلاة الفجر في الركعة الثانية بعد الركوع ولا يقنت في الوتر إلا في النصف الأخير من رمضان بعد الركوع”

Artinya: “Adapun yang pertama, qunut itu wajib menurut Abu Hanifah, sedangkan menurut keduanya (dua muridnya) hukumnya sunnah. Pembahasan mengenai hal ini sama seperti pembahasan tentang hukum asal salat witir.

Adapun tempat pelaksanaannya, maka qunut pada salat witir dilakukan sepanjang tahun sebelum rukuk menurut pendapat kami. Dalam tiga hal ini kami berbeda dengan pendapat Al-Syafi’i, yang mengatakan: qunut dilakukan dalam salat Subuh pada rakaat kedua setelah rukuk, dan tidak melakukan qunut pada witir kecuali pada setengah terakhir bulan Ramadan setelah rukuk.” (Imam Abu Bakr ibn Mas’ud al-Kasani dalam kitab Bada’i’ as-Sana’i’ fi Tartib ash-Syara’i’, Jilid I, halaman 273)

Lebih jauh, pada fatwa nomor 5358 tanggal 27 Januari 1956 Masehi, Syekh Hasan Makmun dari Dar Ifta Mesir menjelaskan hukum Qunut Witir menurut pandangan empat mazhab:

Pertama, Mazhab Hanafiyah: Qunut wajib dilakukan pada rakaat ketiga shalat Witir, setelah membaca surat. Qunut tidak dilakukan pada shalat lain.

Kedua, Mazhab Syafi’iyah: Qunut bersifat sunnah. Dilakukan pada rakaat terakhir shalat Subuh, dan pada Witir hanya di paruh kedua bulan Ramadan. Bagi mereka, ini termasuk sunnah ab’āḍ (terpisah), artinya jika sengaja ditinggalkan, dapat diganti dengan sujud sahwi.

Ketiga, Mazhab Hanbali: Qunut sunnah dilakukan pada shalat Witir sepanjang tahun, tidak terbatas bulan Ramadan.

Dengan penjelasan ini, dapat dipahami bahwa perbedaan hukum Qunut Witir tergantung pada mazhab. Intinya, melakukan Qunut pada Witir sunnah bagi sebagian ulama, sedangkan menurut Hanafi bisa dianggap wajib pada rakaat terakhir.

الجواب: قال الحنفية: إنه واجب بعد قراءة السورة في الركعة الثالثة من الوتر، ولا قنوت في غيره من الصلوات. وقال الشافعية: إنه سنة في اعتدال الركعة الأخيرة من الصبح، ومن وتر النصف الثاني من رمضان، وهو من سنة الأبعاض عندهم، فإذا ترك عمدًا فإنه يجبر بسجود السهو. وقال الحنابلة: إنه سنة في الوتر في جميع السنة. وبهذا علم الجواب على السؤال.

Artinya; Jawaban: Ulama Mazhab Hanafiyah mengatakan: Qunut adalah wajib setelah membaca surat pada rakaat ketiga dari shalat Witir, dan tidak ada qunût pada shalat lainnya.

Mazhab Syafi’iyah mengatakan: Qunut adalah sunnah pada saat rakaat terakhir shalat Subuh, dan pada Witir di paruh kedua bulan Ramadan. Hal ini termasuk sunnah ab’āḍ (terpisah) bagi mereka; jika ditinggalkan dengan sengaja, maka dapat diganti dengan sujud sahwi. Sementara itu, Hanafilah mengatakan: Qunut adalah sunnah pada shalat Witir sepanjang tahun. Dengan demikian, jawaban atas pertanyaan ini telah jelas.

Jadi, hukum Qunut Witir memang ada perbedaan pendapat di kalangan ulama. Menurut Mazhab Hanafi, Qunut Witir wajib dilakukan sebelum ruku’ di rakaat terakhir. Sementara Mazhab Syafi’i dan Hanbali menganggapnya sunnah, dengan waktu pelaksanaan yang berbeda-beda, terutama di bulan Ramadhan.

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Hukum Qunut Witir di Bulan Ramadhan
  • Hukum Qunut Witir di Bulan Ramadhan
  • Hukum Qunut Witir di Bulan Ramadhan
  • Hukum Qunut Witir di Bulan Ramadhan
  • Hukum Qunut Witir di Bulan Ramadhan
  • Hukum Qunut Witir di Bulan Ramadhan