Notification

×

Iklan

Harga Cabai Masih Melejit Setinggi Langit, Emak-emak Mulai Menjerit!!

Selasa, Juli 05, 2022 | 21:38 WIB Last Updated 2022-07-06T04:13:33Z

Foto : Liputan6.com

450 Views

KAMPOENG NEWS.COM-  Harga cabai merah kini masih tinggi menjelang Idul Adha. Diketahui, harga cabai terus meroket naik sejak momen Idul Fitri lalu.

Untuk update harga cabai merah saat ini mencapai Rp 120.000 per kilogram.

Ibu-ibu pun mengaku hanya bisa membeli cabai merah dalam jumlah sedikit. Mereka hanya bisa membeli sebanyak satu ons.

" Kami belinya sedikit-sedikit aja ni. Kalau uang untuk beli cabai semua nanti tak bisa beli ikan dan sayur, mau menjerit sama siapa pak, gak juga bakalan turun," ujar seorang ibu di pasar sungai Abang Siabu kecamatan Salo kabupaten Kampar, Selasa 05 Juli 2022.

Sebagian Ibu -ibu rumah tangga sangat berharap harga cabai merah bisa normal.  Mereka menilai cabai merah hanya satu dari beberapa komoditi pangan yang terus merangkak naik saat ini.

Pedagang di pasar tradisional Sungai Abang Siabu tidak menampik harga cabai masih pedas pada akhir pekan ini. Harganya nyaris mendekati harga daging sapi segar per kilogram.

"Harga cabai masih Rp 130 ribu sekarang, kami tidak tahu penyebabnya apa. Kami ambil harganya memang sudah tinggi," salah satu dari mereka.

Sebagian pedagang lainya mengatakan, harga cabai merah sudah lama tidak mengalami penurunan. Kondisi ini terjadi sejak usai lebaran.

"Ada sempat turun, cuma sebentar. Padahal biasanya satu seminggu siap lebaran harga cabai turun. Tak tahulah kita ini," ujar mereka.

Bukan hanya cabai merah, harga cabai rawit runcing juga naik selama beberapa hari ini, hingga menembus Rp 100.000 per kilogram. Ada kenaikan harga sebanyak Rp 50.000 per kilogram dibanding sebelumnya.

Iklan Sambut Idul Adha 1443 Hijriyah.

Buncis juga naik harga dua kali lipat dari Rp 6.000 per kilogram menjadi Rp 12.000 per kilogram. Harga wortel juga naik dari Rp 8.000 per kilogram menjadi Rp 18.000 per kilogram.

Pedagang pun berharap harga bahan pokok tersebut bisa turun sehingga mereka tidak merugi. Kondisi ini membuat pedagang juga harus menambah modal.

"Kalau kami pedagang ini berharap harga turun, kalau turun tentu penjualan normal lagi," ujar mereka.
×
Berita Terbaru Update