Notification

×

Iklan

Capek-capek Motong, Malah Kehujanan, Gambar Berikut Ini Cara Efektif Lindungi Getah Karet Anda Dari Hujan

29 March 2021 | Monday, March 29, 2021 WIB Last Updated 2021-04-01T03:12:53Z
KAMPOENG NEWS.COM - Bagi para petani karet, tempurung penuh dengan getah karet menjadi harapan setiap mereka, karena setiap tetesan getah karet bisa menjadi pundi-pundi rupiah.

Hampir setiap hari pohon karet selalu didatangi guna untuk disadap getahnya, supaya bisa di ambil menjadi ojol untuk dijual di toke, sehingga bisa mendapatkan uang untuk mencukupi kebutuhan keluarga.

Namun apa dikata jika getah karet yang di deres atau di potong hancur berantakan bercampur dengan air seketika akibat turun hujan.
Hujan memang tidak bisa diprediksi, bahkan BMKG pun terkadang meleset dengan prakiraan cuacanya, apalagi kita yang hanya masyarakat biasa, yang hanya bisa menebak nebak akan apa yang terjadi tentang cuaca hari esok.

Terkadang sebagian besar petani merasa nyaman jika sudah menyelesaikan menyadap karet, boro-boro mau di cuka agar beku, badan sudah keburu capek dan lelah, karena dari pagi hari hingga siang berjalan kaki mengelilingi kebun karet milik mereka berjam jam.

Selain capek lapar dan haus menjadi satu, maka Mereka segera beranjak meninggalkan kebun, untuk pulang kerumah masing-masing.

Sampai dirumah tak disangka tak di duga, mendungpun dilangit mulai menyatu, dalam hati masih belum terlalu khawatir, beberapa saat kemudian angin mulai kencang, mendung mulai menghitam, satu demi satu tetesan air hujan mulai turun.

Hati mereka jadi kacau, mau pergi ke kebun buat cuka karet, kebun terlalu jauh, dibiarkan getah karet ditempurung pasti hancur...akhirnya hanya pasrah...siap siap selasa tidak dapat memanen ojol karet yang di sadapnya.

Akhirnya hujan turun dengan derasnya, seketika itu juga rasa capek hilang, bercampur dengan rasa jengkel dan menyesal, mengapa ya tadi tidak saya cuma sekalian.. gerutunya!.

Apalagi dalam beberapa Minggu terakhir harga karet sudah mulai mengalami peningkatan, yang dulunya hanya 7000 rupiah perkilonya, sekarang sudah mencapai hampir 1000 rupiah.

Hal ini tentunya menjadi motivasi bagi para petani karet, untuk lebih rajin lagi menyadap karet milik mereka, selain semangat tentunya harus dibarengi dengan pertimbangan yang cukup matang, agar kerja keras tidak sia-sia.

Untuk melindungi getah karet yang telah disadap atau dipotong,  anda bisa menerapkan cara dalam gambar di di atas, Insya Allah getah karet anda dijamin aman walaupun hujan sehari semalam... heheheh.




×
Berita Terbaru Update