Notification

×

Iklan

Permasalahan Tentang Batal Atau Tidak Puasa

23 May 2018 | Wednesday, May 23, 2018 WIB Last Updated 2018-05-24T10:32:44Z
Kampoeng News
Permasalahan tentang puasa , yang sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari.  Di kutip dari buku terkenal 

Penderita Maag dan Puasa


Jika puasa memberatkan bagi yang berpuasa, bahkan dapat menambah parah sakit karena membahayakannya, ia boleh berbuka puasa lalu memberi makan seorang miskin untuk setiap hari yang ditinggalkannya, jika setelah Ramadhan  kesehatannya pulih ia boleh mengganti puasanya.


 firman Allah : " barangsiapa sakit atau dalam perjalanan lalu ia berbuka maka wajiblah baginya berpuasa sebanyak hari yang ditinggalkan yaitu pada hari-hari yang lain ( Al Baqarah 185)

Namun apabila tidak mungkin juga mengganti puasanya karena faktor kesehatan cukup baginya membayar fidyah  ( fatwa terkini Syekh Ibnu Jibril,19)

Suami Istri Belum Mandi Junub Hingga Terbit Fajar

Jika suami istri bersetubuh pada malam hari Ramadhan  kemudian mereka belum mandi wajib hingga terbit fajar waktu shubuh, parah sah puasanya?   Jika mereka sudah berniat pada malam harinya untuk berpuasa , puasa mereka sah berdasarkan Hadist,  

 أن رسول الله كان يدركه الفجر وهو جنب من اهله ثم يغتسل ويردون 

 Rasulullah mendapati fajar sedangkan beliau dalam keadaan junub dari bercampur dengan istrinya, kemudian beliau mandi dan berpuasa ( Bukhari, Muslim).

Riwayat lain juga menyebutkan,

" ketika masuk waktu shubuh Rasulullah dalam keadaan junub karena jima' (berserubuh) bukan sebab mimpi, lalu beliau tidak berbuka ( tetap berpuasa )  dan tidak pula mengganti puasanya.

Makan sahur belum selesai Adzan Shubuh berkumandang 

Ketika kita berniat berpuasa dan sedang melakukan santap sahur, kemudian mendengar adzan sementara ia masih makan sahur, ia harus segera menyelesaikan makan sahurnya, tetap menghabiskan lalu membersihkan mulut lalu berpuasa.
 Rasulullah bersabda :

   Apabila seorang diantara kalian mendengar adzan, sementara wadah masih ditangan, jangan dia letakan  wadah tersebut  sampai  ini menyelesaikan kebutuhannya  ( Abu Daud,  2350, shahih oleh al-albani).

Sumber : Bimbingan Islam Untuk Hidup Muslim 
×
Berita Terbaru Update