Notification

×

Iklan

Tinggal Di Gubuk Pinggir Sungai,Keluarga Ini Memprihatinkan

29 March 2018 | Thursday, March 29, 2018 WIB Last Updated 2018-03-30T03:35:09Z
Kampoeng News
 -Sosial

Siabu Salo  - Hidup layak dan sehat serta tinggal di rumah yang kokoh, menjadi harapan setiap  warga masyarakat. Namun harapan itu mungkin masih jauh bagi Sukardi, warga  Dusun Sei-Pinaso desa Siabu kecamatan Salo  Kabupaten Kampar ini hanyalah angan-angan yang entah kapan bisa tercapai.

Lelaki yang memiliki dua orang  anak dan satu istri ini merupakan  seorang pekerja serabutan, selain bekerja sebagai buruh menyadap  karet milik orang, Sukardi juga jadi kuli  panggul  pabrik karet di Siabu. Jika melihat keadaan tempat tinggalnya, terlihat hidup dibawah garis kemiskinan.

Sukardi dan keluarganya ini tinggal di sebuah rumah kecil berukuran 3x3 meter saja. Rumah  yang sempit dan terisolir ini terpaksa harus mereka huni karena keterbatasan ekonomi.

Ditambah lagi keadaan  rumah yang hanya beratap kan daun Ilalang, serta berdindingkan bambu yang di susun dan berlantaikan tanah, menambah keprihatinan bagi yang melihatnya.

ketersedian air bersih yang mereka konsumsi untuk mandi dan minum berasal dari air sungai yang  yang warnanya agak keruh  karena terkontaminasi oleh tanah hitam dan dedaunan yang dilalui. Sementara aliran sungai tepat berada sekitar dua meter dari rumahnya.

Untuk membeli kebutuhan sehari-hari saja mereka agak kesulitan, karena penghasilannya hanya sekitar  Rp.600 ribu sebulan sebagai buruh dan pekerja kuli panggul.

Keadaan Sukardi dan keluarga bukanya luput dari perhatian pemerintah Desa setempat. Menurut informasi  dari ketua RT sudah beberapa kali ditawarkan dan di ajukan rumah layak huni. Namun Sukardi mengakui sampai saat ini belum mampu untuk membeli tanah untuk tempat tinggalnya.

Memiliki tanah sendiri yang lengkap dengan suratnya merupakan persyaratan wajib untuk warga yang akan dibantu pemerintah dengan rumah layak huni.

Dengan keadaan yang memprihatinkan ini Sukardi hanya bisa berdoa dan berusaha semoga rezkinya lancar. Apalagi jika melihat keadaan kedua anaknya  yang masih balita, yang masih labil dengan keadaan  lingkungan.

Sukardi berharap Kepada Pemerintah desa dan  Kabupaten Kampar, maupun Pemerintah Provinsi Riau kiranya dapat membantu mencari solusi agar dapat mempunyai rumah layak huni yang aman dan nyaman untuk ditinggali anggota keluarganya.

Sehingga dia dapat beraktivitas dan bekerja dengan hati yang tenang.

×
Berita Terbaru Update