Notification

×

Iklan

Tahukah, Sebenarnya Tugas Istri Hanya Dua

Kamis, Oktober 25, 2018 | 09:39 WIB Last Updated 2018-10-25T02:39:23Z

Kampoeng News 
Sumber foto : Aniethea.com

Pada masa ini banyak istri yang melakukan pekerjaan jauh dari tugas sebenarnya dia sebagai istri, sehingga keluarga terkadang menjadi taruhannya.

Berapa banyak kah tugas seorang istri? Mungkin kalau dijawab, 24 jam rasanya tidak habis-habis, full dengan pekerjaan rumah tangga yang tak pernah berhenti.

Akan tetapi, sesungguhnya dalam Islam, tugas istri hanya dua hal saja, sehingga penting bagi kita untuk melakukan dua tugas ini dengan sebaik-baiknya. Apakah tugas istri yang dimaksud?

1.Mematuhi suami

Tugas  istri sebenarnya tidak ribet, hanya mematuhi suami. Akan menjadi ribet jika sebelum menikah salah memilih kriteria suami yang tidak cocok dengan kepribadian kita.

Mendapatkan suami yang hanya bisa makan  masakan yang baru matang, sehingga istri harus selalu memasak di saat suami lapar, bagi beberapa wanita tentu ini menyulitkan, tapi bagi wanita lainnya ini menyenangkan.

Atau suami yang menginginkan istri bekerja di rumah saja mengurus semua keperluan rumah tangga dari A sampai Z, padahal ternyata istri tidak pandai masak atau berbenah rumah, tentunya hal tidak sinkron seperti inilah yang akhirnya membuat istri mendapat cap tidak patuh pada suami.

Oleh sebab itu, sangat penting dalam proses taaruf sebelum menikah benar-benar mengenali kepribadian, kebiasaan, serta visi misi calon pasangan hidup. Tentu saja terlebih dulu kita harus sangat mengenali karakter diri sendiri.

Jangan sampai tugas mudah seorang istri untuk mematuhi suami menjadi sulit, berbenturan, karena ternyata hal-hal yang diinginkan suami bertolak belakang dengan hal-hal yang diinginkan istri.

Namun jika hal ini sudah terlanjur terjadi, penting untuk mengkomunikasikan keinginan kedua belah pihak suami-istri, dan mengambil jalan tengah. Misalnya istri ingin menempuh S2, sedangkan suami tidak mengizinkan karena ingin istri selalu ada di rumah.

Cobalah cari jalan tengah, misalnya istri mengambil S2 di universitas terdekat dari rumah. Atau pikirkan kompensasi apa yang harus diberikan istri jika suami mengizinkan keinginan istri menempuh S2.

Bagaimana pun, suami dan istri perlu saling menghormati keinginan dan perbedaan cara pandang masing-masing agar bisa menjadikan rumah tangga samara dan penuh dengan cinta.

2.Membahagiakan suami

Memasak, beberes rumah, mencuci, menyetrika, semuanya bukanlah kewajiban istri. Dalam Islam, tugas suami lah yang harus memenuhi semua kebutuhan fisik istri. Cukup membayar asisten rumah tangga sekitar satu juta rupiah saja tiap bulan, semua pekerjaan tersebut bisa teratasi.

Akan tetapi, jika istri masak sendiri, beberes rumah sendiri, mencuci dan menyetrika tanpa bantuan khadimat adalah lebih meringankan beban suami dan bisa membahagiakan suami, maka mengapa istri enggan melakukannya?

Lakukanlah pekerjaan rumah tangga dengan niat untuk membahagiakan suami tercinta, bukan karena itu adalah tugas-tugas istri, karena segala amalan bergantung niat.

Jangan sampai pekerjaan menumpuk di rumah yang kita lakukan, hanya bernilai satu juta rupiah sebulan sebagaimana nilai seorang khadimat. Akan tetapi jadikanlah pekerjaan mulia tersebut bernilai surga karena kita mengharapkan keridhaan suami.

Hanya dua tugas inilah sebenarnya yang menjadi kewajiban istri. Tentu saja berbeda lagi dengan tugas wanita sebagai seorang ibu, seorang hamba Allah, dan lainnya.

Sumber : Islampos.com
×
Berita Terbaru Update