Notification

×

Iklan

Iklan

Walau Usia Sudah Senja, Namun Semangat Kerja Nenek Ini Bisa Di Jadikan Contoh

23 July 2021 | Friday, July 23, 2021 WIB Last Updated 2021-07-23T16:21:03Z
Setiap hari mbah Tutik harus pergi ke kebun  untuk menyadap karet.

2.670 Views

KAMPOENGNEWS.COM. SIABU. Biasanya di usia diatas enam puluhan, aktivitas bekerja seseorang akan mulai berkurang, selain tenaga yang tidak lagi seperti dulu, fisik di usia tersebut juga mudah sekali mengalami kelelahan.

Namun hal ini tidak berlaku bagi Si Mbah ini, walau usianya yang mulai senja, semanga kerjanya bisa menjadi contoh inspirasi bagi generasi muda.

Namanya Mbah Tutik, nenek ini  berusia sekitar 85 tahun, tinggal  di dusun Pinaso desa Siabu kecamatan Salo kabupaten Kampar.

Beliau bekerja petani karet, sebagai penyadap getah karet, pekerjaan yang biasa hanya dilakukan oleh orang yang masih muda dan berfisik yang kuat.

Akan tetapi pekerjaan tersebut mampu beliau lakukan, bahkan hampir setiap hari nenek yang lebih dikenal dengan Mbah Tutik ini pergi bekerja dengan jalan kaki, sementara jarak kebun miliknya dari rumah sekitar 3 kilometer.

Nenek yang usianya hampir mendekati satu abad ini merupakan seorang yang pekerja keras, setiap hari mulai dari pukul tujuh pagi, beliau sudah mulai berangkat dari rumah untuk pergi ke kebun, dan pulang jam 10-11 san, hampir empat jam dalam sehari beliau  mencari nafkah.

Dan bukan main-main, pekerjaan yang jalaninya sebenarnya tidaklah cocok untuk seorang wanita seusia beliau.

Mbah Tutik lagi motong karet

Penyadap karet bisa dikatakan pekerjaan berat, karena harus berjalan kaki berjam-jam untuk menyadap karet agar keluar getah agar bisa dipanen.

Dalam setiap panennya mendapatkan uang Rp. 400.000, panen atau lebih dikenal dengan bangkit, beliau lakukan sekali dua Minggu kadang sekali sebulan.

" Saya mbangkit getah ini dapat uang kadang 400.000 dek, itupun sebulan sekali, kata beliau.

Ketika ditanya kenapa diusia seperti ini masih bekerja, beliau menjawab kalau dirumah malah suntuk karena tidak bekerja.

" Ya gimana lagi dek, ini kerja untuk menambah ekonomi, saya kalau dirumah malah bingung, kalau bekerja dengan bergerak, Insya Allah malah jadi sehat. Tambahnya.

Selain itu beliau juga menceritakan kedatangan ke desa Siabu pada tahun 65 an, yang merupakan transmigrasi pertama di provinsi Riau.  dan beliau bersyukur karena diusianya yang sudah tidak muda lagi, masih diberikan kesehatan.  

" Harapan saya cuma satu dek, selalu diberikan sehat Bagas waras, agar bisa bekerja untuk membantu perekonomian, Ungkap beliau.

Mbah ini bisa menjadi motivasi bagi generasi muda, jangan malaa-malas, rajin bekerja apapun pekerjaanya, yang penting halal dan tidak merugikan orang lain.

×
Berita Terbaru Update