Notification

×

Iklan

Warga Menyebutnya Bunga Bangkai, Bunga Berbau Busuk Tumbuh Di Kebun Warga Desa Siabu

28 March 2021 | Sunday, March 28, 2021 WIB Last Updated 2021-04-01T03:16:44Z
Foto : Jurnalis Warga Suferianto. S.E.I

KAMPOENG NEWS.COM - SIABU. Aromanya tidak sedap,  warga menyebutnya bunga bangkai, bunga berbau busuk ini kembali tumbuh di kebun milik warga desa Siabu.

Ini bukan kali pertama warga menemukan bunga bangkai, setiap tahun jika musim penghujan tiba bunga beraroma busuk ini sering tumbuh.

Hal ini dibenarkan oleh beberapa masyarakat desa Siabu, pada tahun 2019 yang lalu warga juga menemukan bunga sejenis.

" Pada tahun 2019 yang lalu, Bungai Bangkai jenis ini juga ditemukan salah seorang warga kami, bahkan ukurannya cukup tinggi, lebih tinggi dari kita", ungkap salah satu warga.

Bunga bangkai yang tumbuh di tahun 2019, di wilayah dusun Pinaso desa Siabu kecamatan Salo kabupaten Kampar. Kampoengnews

Dengan ditemukannya bunga bangkai ini,  bisa prediksi bahwa dalam dua tahun sekali bunga jenis ini akan tumbuh.

Kali ini bunga bangkai tumbuh di kebun warga  yang berada di wilayah desa Bukit Melintang kecamatan Kuok kabupaten Kampar.

Pertama kali ditemukan oleh bapak Suferianto yang sedang bekerja untuk memanen sawit dikebun milik Bapak Suhari pada hari Minggu, 27 Maret 2021. Beliau tidak sengaja melihat bunga tersebut, tanpa pikir panjang di abadikan menggunakan smartphone miliknya.

" Bunga bangkai ini saya melihatnya di kebun, ketika saya lagi manen sawit, memang baunya busuk, apalagi kalau bunganya sudah mekar, aroma busuk begitu menyengat, bahkan lalat dan binatang kecil mengerubungi bunga bangkai tersebut", ungkapnya

Bunga bangkai jenis ini tumbuhnya tidak terlalu lama, jika sudah mekar maka akan layu, dan dengan sendirinya bunga ini akan mati.

Bunga jenis tersebut berberda dengan bunga rafflesia (Amorpholophalus titanium), yang ketika mekar melebar ke samping dan punya lubang besar di tengah dengan kelopaknya berwarna merah bata. 

"Sekarang bunga yang mekar hanya satu pohon, tetapi ada satu pohon. Jenis Bunga ini memang lumayan banyak desa ini, tapi waktu mekarnya tidak bisa ditentukan kapan. Biasanya setiap satu tahun sekali ada yang mekar," tambah Bapak Suferianto.

Menurut dia, daerahnya dari dulu sebenarnya cukup sering ditemukan bunga bangkai. Namun, warga setempat menganggapnya sebagai semak sehingga langsung ditebas.


Kunjungi YouTube Kampoeng News.







×
Berita Terbaru Update