Notification

×

Iklan

Iklan

Remaja Masjid Tempo Dulu Lebih Semangat Dibandingkan Remaja Masjid Masa Kini, Kenapa Ya?

10 February 2021 | Wednesday, February 10, 2021 WIB Last Updated 2021-02-10T13:32:06Z
KAMPOENG NEWS.COM. Remaja Masjid adalah generasi muda Islam yang bermukim di sekitar Masjid, dari yang jarak rumah sepuluh meter hingga puluhan kilometer.

Selain itu remaja Masjid juga mereka yang selalu aktif ke Masjid baik untuk beribadah atau kegiatan positif lainnya seperti wirid, ngaji Qur'an dan lain lain.

Semangat remaja Masjid saat ini sangat jauh dengan remaja Masjid Tempo dulu, penyebabnya kita semua pasti sudah tau, diantaranya kemajuan teknologi seperti smartphone sudah sangat berpengaruh.

Dulu para remaja Masjid laki-laki dan perempuan rajin mengikuti kegiatan di Masjid, sehingga Masjid ramai dipenuhi dengan kegiatan keagamaan, yang di gagas oleh muda mudi Islam saat itu.

Bahkan Masjid menjadi sentral kegiatan silaturahim antar remaja, disitulah mereka berdiskusi dan bertukar pikiran untuk membuat berbagai kegiatan keagamaan, alhasil seluruh kegiatan hari besar di Masjid selalu dipanitiai oleh remaja.

Waktu itu alat komunikasi handphone belum secanggih saat ini, cukup hanya bisa dipakai untuk komunikasi nelfon dan SMS, sehingga remaja belum terfokus ke situ.

Beda dengan sekarang, Masjid dimana-mana hanya di isi oleh orang tua yang sudah berusia lanjut, remaja hanya bisa ditemukan satu dua orang, itu di sholat lima waktu.

Sementara dikegiatan keagamaan lainya remaja saat ini sudah banyak yang tidak merespon, mereka memilih dirumah berdiam didalam kamar dan  fokus dengan smartphone canggih yang mereka miliki.

Sedangkan Masjid yang dibangun sangat megah dan besar, namun generasi mudanya tak tertarik dengan semua itu, mereka sibuk dengan urusan masing-masing.

Yang juga menyedihkan, dari pihak pemerintah tidak peka, bahkan organisasi keagamaan yang ada tidak juga memperhatikan dengan kondisi remaja saat ini yang jauh dengan Masjid.

Pemerintah desa, kecamatan dan kabupaten atau kota tidak mempunyai program. sehingga organisasi remaja Masjid dan Musholla dibiarkan begitu saja tanpa ada dukungan.

Sementara itu lembaga keagamaan yang ada di kecamatan dan kabupaten bahkan provinsi, tidak juga sensitif dengan hal ini, coba mereka buat program kemudian di berikan kepada organisasi remaja Masjid atau Musholla, kemudian buat pelatihan atau yang lainya, mudah-mudahan akan sedikit membuat kita lega untuk membantu mengembalikan ketertarikan remaja dengan Masjid.

Intinya teknologi informasi dan komunikasi smartphone saat ini sangat berpengaruh besar terhadap remaja, sehingga menyebabkan generasi muda Islam tak tertarik dengan Masjid dan Musholla disekitar rumah mereka.

Sangat dikhawatirkan generasi mendatang akan muncul pemimpin dan pejabat yang jauh dari Masjid, mereka tak peduli dengan kondisi moral dan akhlak saat itu.










×
Berita Terbaru Update